
JAKARTA - Indonesia menandatangani nota kesepahaman tentang ketenagakerjaan dengan pemerintah Turki. Dalam waktu dekat joint working group akan dibentuk untuk segera merealisasikan MoU itu.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, nota kesepahaman itu akan melingkupi kerjasama dalam bidang pelatihan dan bimbingan kejuruan, pembukaan kesempatan kerja bagi pengangguran, metode kerjasama untuk para agen ketenagakerjaan baik swasta maupun pemerintah.
Kesepakatan saling membantu dan mendukung perkembangan kerjasama antara institusi pemerintah ini, ujar Muhaimin, juga akan mendukung prinsip-prinsip pekerjaan yang layak bagi para pekerja migrant berdasarkan standar International Labour Organization (ILO). "Kami akan bentuk joint working group sebagai perwakilan kedua belah Negara untuk melaksanakan isi MoU ini," ujarnya dalam siaran pers yang diterima harian Seputar Indonesia (SI), Rabu (7/7/2010).
Dalam pembentukan JWG ini, Menakertrans akan melibatkan koordinasi lintas kementerian, instansi serta lembaga pemerintah dan swasta yang terkait dengan sektor ketenagakerjaan, khususnya yang terlibat dalam pelatihan kejuruan. Muhaimin berharap akan adanya komitment dan perhatian dari semua stake holder untuk membantu program pelatihan dan bimbingan yang bersifat kejuruan yang akan membuka lapangan kerja baru dan menyerap pengangguran.
Penandatanganan nota kesepahaman ini telah dilakukan oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Turki Omer Dincer di Istana Presiden Turki, Cangkaya, Ankara, Turki. Turut menyaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dan Presiden Turki Abdullah Gul.
Dalam mengembangkan program pelatihan kejuruan Kemenakertrans berkomitmen melakukan revitalisasi balai-balai latihan kerja (BLK) di seluruh Indonesia . Menurut Data Kemenakertrans saat ini terdapat 11 BLK UPTP (Unit Pelaksana Teknis Pusat) dan 203 BLK yang dikelola UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) di seluruh Indonesia. Adanya BLK efektif untk tingkatkan keterampilan dan kompetisi para pencari kerja, karena pelatihan-pelatihan yang diadakan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri, ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar